Aktivitas Gunung Api Indonesia
Pantau status 4 tingkat aktivitas resmi PVMBG (Normal, Waspada, Siaga, Awas) dari 127+ gunung api aktif di seluruh nusantara.
Laporan Kejadian Terkini
23 AktifGunung LEWOTOBI LAKI LAKI (Level IV: Awas)
Letusan eksplosif terus menerus dengan lontaran material pijar ke segala arah, aliran awan panas guguran, dan sebaran abu tebal. Rekomendasi: Masyarakat dan wisatawan dilarang keras beraktivitas dalam radius 7 km dari pusat kawah serta mewaspadai potensi lahar dingin.
Gunung RUANG (Level IV: Awas)
Erupsi eksplosif berskala besar disertai awan panas dan potensi bahaya tsunami akibat runtuhan material vulkanik ke laut. Rekomendasi: Masyarakat dievakuasi di luar radius 6 - 7 km dari kawah aktif serta menjauhi wilayah pantai timur Pulau Tagulandang.
Gunung ANAK KRAKATAU (Level III: Siaga)
Erupsi abu vulkanik terus menerus teramati dengan kolom letusan membumbung ke atmosfer. Rekomendasi: Masyarakat/wisatawan dilarang mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 5 km dari kawah aktif.
Gunung SEMERU (Level III: Siaga)
Aktivitas letusan, guguran lava, dan awan panas guguran teramati ke arah sektor tenggara Besuk Kobokan. Rekomendasi: Hindari aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak.
Gunung IBU (Level III: Siaga)
Erupsi menerus dengan lontaran abu tebal dan dentuman periodik teramati. Rekomendasi: Masyarakat dan wisatawan dilarang beraktivitas dalam radius 4 km dari kawah utama.
Gunung MERAPI (Level III: Siaga)
Kubah lava aktif mengalami guguran dan potensi awan panas ke sektor barat daya-selatan. Rekomendasi: Hindari potensi bahaya guguran lava dan awan panas dalam radius 3 - 7 km.
Gunung MARAPI (Level III: Siaga)
Peningkatan intensitas erupsi eksplosif dan hembusan abu vulkanik berkala teramati di kawah Verbeek. Rekomendasi: Masyarakat dilarang mendekati atau beraktivitas dalam radius 4.5 km dari pusat kawah.
Gunung ILI LEWOTOLOK (Level II: Waspada)
Aktivitas erupsi strombolian berkala dengan lontaran material pijar di dalam kawah. Rekomendasi: Masyarakat dihimbau tidak beraktivitas dalam radius 2 - 3 km dari kawah puncak.
Gunung DUKONO (Level II: Waspada)
Letusan abu vulkanik berkala terus menerus dengan hembusan asap putih-kelabu tebal. Rekomendasi: Masyarakat dan pengunjung dilarang mendekati kawah Malupang Warirang dalam radius 2 km.
Gunung SINABUNG (Level II: Waspada)
Aktivitas hembusan gas kawah dan gempa vulkanik dalam status pemantauan intensif. Rekomendasi: Hindari zona merah dalam radius 3 km dari kawah serta jalur aliran lahar.
Gunung BROMO (Level II: Waspada)
Asap kawah bertekanan lemah hingga sedang, teramati hembusan gas belerang periodik. Rekomendasi: Masyarakat dan wisatawan tidak diperbolehkan memasuki kawasan kawah dalam radius 1 km.
Gunung KERINCI (Level II: Waspada)
Hembusan asap putih kelabu dan rekaman gempa hembusan berlangsung fluktuatif. Rekomendasi: Masyarakat dan pengunjung tidak diperbolehkan mendekati kawah dalam radius 3 km.
Gunung API SIAU (Level II: Waspada)
Aktivitas guguran lava dan lelehan kubah lava ke lembah kawah utama. Rekomendasi: Hindari aktivitas dalam radius 1.5 - 2.5 km dari kawah utama.
Gunung SOPUTAN (Level II: Waspada)
Kubah lava dalam kondisi tenang berfluktuasi dengan rekaman seismik vulkanik normal ke waspada. Rekomendasi: Hindari beraktivitas dalam radius 1.5 km dari puncak.
Gunung LOKON EMPUNG (Level II: Waspada)
Aktivitas gempa vulkanik dangkal teramati dengan hembusan asap kawah Tompaluan. Rekomendasi: Masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 1.5 km dari kawah Tompaluan.
Gunung GAMALAMA (Level II: Waspada)
Hembusan asap putih tipis hingga sedang dan rekaman gempa tektonik lokal. Rekomendasi: Masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 1.5 km dari kawah puncak.
Gunung RAUNG (Level II: Waspada)
Hembusan gas kawah dan rekaman tremor non-harmonik kontinu. Rekomendasi: Masyarakat dilarang menuruni dasar kaldera atau beraktivitas dalam radius 3 km.
Gunung DEMPO (Level II: Waspada)
Perubahan warna dan suhu air danau kawah teramati disertai emisi gas. Rekomendasi: Masyarakat tidak mendekati kawah dalam radius 1 km.
Gunung SLAMET (Level II: Waspada)
Peningkatan gempa hembusan dan gempa vulkanik dalam. Rekomendasi: Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 2 km dari kawah puncak.
Gunung AWU (Level II: Waspada)
Pemantauan deformasi dan gempa vulkanik dangkal. Rekomendasi: Masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 3 km dari kawah.
Gunung GAMKONORA (Level II: Waspada)
Aktivitas hembusan solfatara kawah dalam batas fluktuasi normal ke waspada. Rekomendasi: Masyarakat dihimbau tidak mendekati kawah aktif dalam radius 1.5 km.
Gunung TANDIKAT (Level II: Waspada)
Aktivitas hembusan kawah A, B, dan K teramati stabil dengan pengawasan berkala. Rekomendasi: Hindari aktivitas di bibir kawah aktif.
Gunung PAPANDAYAN (Level II: Waspada)
Kawah Mas dan Kawah Baru memperlihatkan emisi solfatara dan gas belerang aktif. Rekomendasi: Wisatawan dilarang mendekati pusat lubang gas bertekanan tinggi.
Panduan Keselamatan Letusan Gunung Api & Awan Panas
Jauhi radius bahaya dan gunakan masker partikulat
Patuhi Radius Bahaya (KRB)
Segera tinggalkan area jika Anda berada di dalam radius rekomendasi resmi PVMBG (misal 3 km, 5 km, atau 8 km).
Lindungi Pernapasan
Gunakan masker N95 atau kain basah untuk menyaring partikel silika abu vulkanik beracun.
Lindungi Mata & Kulit
Kenakan kacamata goggle rapat (hindari lensa kontak) dan pakaian tertutup lengan panjang.
Jauhi Aliran Lembah & Sungai
Waspadai bahaya lahar dingin dan awan panas guguran yang mengalir dengan kecepatan sangat tinggi.