Disaster Radar Indonesia Logo
DISASTER RADAR
Monitoring Bencana
PUSAT BANTUAN & TANYA JAWAB

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Jawaban cepat seputar cara membaca peta bencana, sumber data resmi BMKG dan BNPB, serta cara memantau bencana di sekitar Anda.

1

Apa itu Disaster Radar Indonesia?

Disaster Radar Indonesia adalah platform independen agregasi dan visualisasi informasi bencana di Indonesia. Platform ini mengintegrasikan data gempa bumi, banjir, longsor, karhutla, cuaca ekstrem, tsunami, gunung api, dan sebaran abu vulkanik ke dalam satu antarmuka peta geospasial real-time.

2

Bagaimana cara melihat peta bencana Indonesia?

Akses menu "Peta Radar" di navigasi atas. Peta interaktif akan menampilkan titik-titik kejadian bencana di kepulauan Indonesia. Anda dapat menyaring layer bencana di pojok kiri bawah, mengganti rentang waktu (Live, 24 Jam, 7 Hari, 30 Hari, 1 Tahun), atau mencari kota tertentu.

3

Dari mana data bencana Disaster Radar Indonesia berasal?

Seluruh data diambil dari otoritas resmi: BMKG untuk gempa bumi tektonik dan peringatan tsunami, BNPB & InaRISK untuk banjir, longsor, dan kebakaran hutan, PVMBG / MAGMA ESDM untuk status 127+ gunung api aktif, serta Darwin VAAC untuk advisori sebaran abu vulkanik penerbangan.

4

Apakah Disaster Radar Indonesia merupakan situs resmi pemerintah?

Bukan. Platform ini dikembangkan secara independen untuk tujuan transparansi informasi publik dan edukasi kesiapsiagaan bencana. Platform ini bukan pengganti otoritas darurat resmi pemerintah.

5

Bagaimana cara melihat gempa terkini Indonesia?

Pada peta radar, titik lingkaran merah menandai pusat gempa bumi terkini dari BMKG. Klik pada marker gempa untuk melihat informasi magnitudo, kedalaman, wilayah terdampak, dan status potensi tsunami.

6

Bagaimana cara melihat aktivitas gunung api?

Buka menu "Gunung Api" atau aktifkan layer Gunung Api pada peta. Setiap gunung diberi label 4 tingkat aktivitas resmi PVMBG: Level I (Normal/Hijau), Level II (Waspada/Kuning), Level III (Siaga/Oranye), dan Level IV (Awas/Merah).

7

Apa perbedaan kejadian bencana, peringatan, hazard, dan risk?

Kejadian (Event) adalah peristiwa yang telah atau sedang berlangsung (misal gempa yang baru saja terjadi). Peringatan (Warning) adalah maklumat bahaya yang dikeluarkan otoritas sebelum dampak terjadi. Hazard adalah potensi ancaman alamiah suatu wilayah (misal patahan sesar aktif). Sedangkan Risiko (Risk) adalah kalkulasi kemungkinan bahaya terhadap populasi dan infrastruktur di suatu daerah.

8

Bagaimana cara melihat sebaran abu vulkanik?

Pilih layer "Sebaran Abu Vulkanik" pada peta radar atau kunjungi menu Advisori. Poligon abu teramati (observed) dan proyeksi prakiraan sebaran per 6 jam (+6h, +12h, +18h) ditampilkan dengan tingkat ketinggian (Flight Level) sesuai buletin Darwin VAAC.

9

Seberapa sering data diperbarui?

Sistem melakukan sinkronisasi otomatis setiap 2 hingga 5 menit untuk feed gempa BMKG dan advisori abu vulkanik, serta secara berkala untuk laporan insiden BNPB dan evaluasi PVMBG.

10

Bagaimana cara kerja fitur cache lokasi pengguna?

Saat Anda mengizinkan geolokasi atau mencari kota Anda, koordinat disimpan di peramban lokal (localStorage). Sistem secara otomatis menghitung apakah Anda berada di dalam radius bahaya atau poligon dampak bencana aktif, lalu menampilkan banner peringatan beserta rekomendasi evakuasi mandiri.

Masih Membutuhkan Informasi Tambahan?

Pelajari panduan evakuasi atau telusuri langsung titik bencana di peta interaktif.